🐮 Cara Cek Sensor Ckp Avanza

Nah saya akan jelaskan di sini di mana letaknya. Sensor CKP mobil Avanza terletak di sekitar bagian depan mesin Avanza. Yakni tepatnya di sebelah kanan puli poros engkol. Selengkapnya simak video berikut ini. Sensor CKP atau sensor crankshaft position adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi posisi poros engkol seperti namanya. SensorCKP Crankshaft Sensor Kruk As Avanza Rush Terios Xenia GrandMax. Produk Sensor CKP Crankshaft Sensor Kruk As Avanza Rush Terios Xenia GrandMax ini harganya adalah Rp. 140.000,00 dan saat ini sedang Diskon , Produk ini sendiri saat saya tulis Artikel ini sudah dilihat sebanyak kali dan sudah disukai sebanyak 11 kali. Secaraumum CKP sensor memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Pembacaan sudut posisi poros engkol. Fungsi ini untuk mengetahui posisi piston pada setiap silinder. Data ini yang dikirim oleh CKP sensor ke ECU untuk mengetahui posisi piston yang berada di titik mati bawah dan titik mati atas pada setiap selinder. 2. Caratest manual sensor CKP avanza dengan multimeter; Ciri-ciri ISC kendaraan beroda empat rusak; Saat DTC terdeteksi DTC untuk arahan MIL umumnya terdiri dari dua angka mirip umpamanya Kode MIL 13 (P0335) untuk malfungsi sirkuit A sensor posisi crankshaft, atau Kode MIL 23 (P0135) untuk malfungsi pada sirkuit Heater Sensor O2. Fungsicrankshaft position sensor (CKP) atau NE sensor adalah untuk mendeteksi dan memantau posisi atau kecepatan poros engkol. Informasi ini yang akan digunakan oleh ECU untuk mengontrol timing pengapian dan durasi injeksi. Crankshaft position sensor (CKP) terletak pada bagian bawah mesin dekat dengan pulley yang berhubungan dengan poros engkol. 0824 pl Enjin 4g15 - Artegrafica Estense 4g13 Engine Los Injection nozzle berfungsi untuk menyemprotkan dan mengabutkan bahan bakar engine Isuzu 4JJ1 engine for sale isuzunprengines net April 22nd, 2019 - Isuzu 4JJ1 is a. Fungsiutama CMPs adalah bekerjasama dengan sensor CKP (sensor poros engkol) pada mesin untuk mengetahui posisi poros chamshaft dengan tepat. Misalnya harga sensor parkir mobil Avanza yang dijual mulai harga 100 ribuan saja. Salah satu cara paling mudah untuk mengetahui sensor mobil rusak adalah dengan melihat indikator lampu "check CaraKerja Sensor CKP Setelah mengetahui fungsi sensor CKP, sekarang saatnya membahas cara kerjanya. Sebenarnya cara kerja CKP sama dengan sensor putaran. Terdiri dari dua tipe, yaitu sensor putaran tipe induksi dan hall effect, prinsipnya pun sama. Toyota Avanza, cicilan mulai Rp 2 juta/bulan* Toyota Rush, cicilan mulai Rp 2.4 juta/bulan Untukmobil avanza 2010 ini, sensor CKP terletak didepan mesin dengan posisi dibawah dekat dengan pulley crankshaft. Sebaiknya dilepas untuk mempermudah pengukuran sekaligus untuk melakukan pemeriksaan fisik sensor. 3. Hubungkan pin 1 CKP sensor dengan kabel merah (positif) multimeter Pasanglah kabel merah (positif) multimeter di pin no 1 pada . Sensor CKP atau singkatan dari Crankshat Position Sensor merupakan salah satu komponen pada sistem EFI yang berfungsi untuk mengukur kecepatan putaran mesin, membaca sudut dan posisi crankshaft, serta menentukan waktu injeksi bahan bakar dan pengapian. Sensor CKP memegang peran penting bagi kinerja mesin karena ia secara langsung mendeteksi putaran crankshaft guna menentukan kapan bahan bakar harus di injeksikan dan kapan pengapian harus dinyalakan. Kerusakan pada sensor CKP, biasanya akan berdampak langsung pada mesin mobil seperti mesin susah dihidupkan, mesin sering mati tiba-tiba, lampu MIL menyala, mesin bergetar saat idling, dan masih banyak lagi masalah mesin lainnya yang akan muncul ketika sensor CKP ini rusak baca 6 Gejala sensor CKP rusak yang akan muncul di mesin Dalam menentukan apa penyebab masalah mesin seperti contoh diatas memang tidak melulu akibat sensor CKP rusak. Oleh karena itu, diperlukanlah alat scanner untuk mengetahui apa penyebab utama dari masalah mesin tadi. Secara umum, untuk mobil dengan sistem OBDII yang mengalami kerusakan sensor CKP akan menyalakan lampu MIL Malfunction Indicator Lamp di dashboard. Dan pada scanner tool akan menampilkan DTC Diagnose Trouble Code dengan kode DTC P0335 bertuliskan "Crankshaft Position Sensor A Circuit Malfunction". Selain itu, kerusakan sensor CKP juga kerap menampilkan kode DTC P0339 bertuliskan "Crankshaft Position Sensor A Circuit Intermitten". Salah satu cara untuk memastikan sensor CKP ini rusak atau tidak adalah dengan melakukan test manual sensor CKP dengan multimeter. Namun, oleh karena model dan bentuk CKP ini berbeda-beda pada tiap-tiap mobil, kita harus memastikan cara pengukurannya dengan mengikuti buku petunjuk service sensor CKP pada masing-masing mobil. Dan pada artikel kali ini, ombro hanya akan memberikan informasi tentang cara test manual sensor CKP avanza tahun 2010 yang pada sensor CKP-nya hanya memiliki 2 pin kabel pada socketnya. Dibawah berikut adalah cara test manual sensor CKP Avanza 1. Siapkan Multimeter Siapkan multimeter sebaiknya gunakan multimeter digital untuk pengukuran tahanan/ hambatan/ resistansi yaitu set pada ohmmeter. Lakukan "zero calibration" untuk keakuratan nilai Siapkan Sensor CKP yang akan diukur. Untuk mobil avanza 2010 ini, sensor CKP terletak didepan mesin dengan posisi dibawah dekat dengan pulley crankshaft. Sebaiknya dilepas untuk mempermudah pengukuran sekaligus untuk melakukan pemeriksaan fisik Hubungkan pin 1 CKP sensor dengan kabel merah positif multimeter Pasanglah kabel merah positif multimeter di pin no 1 pada CKP sensor. Pastikan Probe multimeter menyentuh pin dengan baik dan benar agar pengukuran bisa dilakukan dengan benar. Baca juga Fungsi Crankshaft Position Sensor Macam-macam sensor pada sistem EFI Electronic Fuel Injection 4. Hubungkan pin 2 CKP sensor dengan kabel hitam negatif multimeter Pasanglah kabel hitam negatif multimeter di pin no 2 CKP sensor. Pastikan probe menempel dengan benar. Perhatikan contoh pengukuran seperti pada gambar dibawah berikut. Sebagai tambahan, untuk langkah no 3 dan 4 diatas, posisi kabel dan pin boleh dipasang secara terbalik hal ini mengingat sensor ckp avanza dengan 2 pin kabel ini merupakan komponen elektronik yang berupa kumparan di dalamnya5. Baca hasil ukur dan bandingkan dengan tabel berikut Bacalah hasil ukur sensor CKP pada layar pengukuran multimeter, kemudian bandingkan hasilnya seperti pada tabel dibawah berikut Hubungan Tester Kondisi suhu Kondisi spesifikasi 1 - 2 Dingin kurang dari 50˚C 1630 - 2740 ohm Panas lebih dari 50˚C 2065 - 3225 ohm Jika hasil ukur tidak sesuai dengan tabel, hal ini menandakan bahwa telah terjadi kerusakan pada sensor CKP tersebut. Gantilah sensor CKP dengan yang baru. Demikianlah artikel tentang cara test manual sensor ckp mobil avanza 2010 dengan multimeter yang bisa ombro sampaikan, semoga bisa bermanfaat. – Sensor CKP sangat sensitif dan krusial saat mengalami kerusakan. Jika sensor CKP rusak akan ada tanda kerusakan sensor CKP dan tentu Anda mudah untuk menyadari untuk memperbaiki atau menggantinya. Tetapi, tanda tersebut tidaklah cukup karena bisa jadi kerusakannya bukan dari sensor melainkan dari sistem lainnya. Oleh karena itu, kita akan membahas langkah memeriksa sensor CKP dengan benar agar tidak terjadi kesalahan troubleshooting dalam menentukan apa yang harus sahabat teknisi mobil ganti pada mobil. Ini akan menghemat biaya perbaikan mobil tentu saja. Update artikel 20 Desembar 2022 – Pukul 0719. Sensor CKP dapat ditest atau diuji dengan menggunakan multimeter atau AVO-meter. Tetapi sebelum melakukan pengecekan kita akan lebih dahulu mengulagi materi yang sudah saya sampaikan pada bagian yang lain yakni melihat cara kerja sensor CKP, gejala kerusakan dan alat yang digunakan untuk melakukan pengujian sensor CKP. Cara Kerja Sensor CKP Sensor CKP pada mobil yang menggunakan sistem EFI atau sistem injeksi secara umum, biasanya terdapat 3 kabel Hall-effect. Karena sensor CKP adalah sensor jenis Hall- effect, menghasilkan sinyal tegangan on/off. Jenis sensor ini dapat diukur atau diuji dengan menggunakan multimeter, osiloskop atau lampu LED. Pada saat kunci kontak dalam posisi ST atau start’, ketiga kabel tersebut akan terhubung ke sensor CKP kemudian memiliki kerja sebagai berikut; a Pin nomor 1 pada konektor tersebut bertugas menerima supply tegangan sebesar 5 – 8 Volt dari PCM/ECU. b Sementara itu, pada pin nomor 2 akan bertindak sebagai ground arus listrik negatif, ground juga dikirim ke PCM/ Pin nomor 3 pada konektor berperan dalam mengirimkan sinyal posisi poros engkol ke PCM/ECU untuk dilakukan pemrosesan data Selanjuntya, PCM/ECU akan menggunakan sensor CKP untuk mengaktifkan relay Auto Shut Down ASD atau sering disebut dengan relay Relay EFI atau relay ASD akan mengaktifkan relay pompa bahan bakar, fuel pump, injector, coil pengapian setiap silinder mesin. Oleh karena itu, sensor CKP sangat penting untuk proses menghidupkan mesin atau saat starting mesin dimulai. Gejala Kerusakan Sensor CKP Lalu, apa yang akan terjadi bila sensor CKP rusak? Apabila sensor ini rusak, maka gejala yang paling jelas adalah mobil tidak dapat hidup. Mesin dengan motor starter normal dan poros engkol dapat berputar tetapi mesin tidak bisa hidup. Saat sensor CKP rusak, terdapat gejala gejala khusus yang sering terjadi dan dialami oleh banyak pemilik mobil sebagai berikut; 1. Relay Auto Shutdown tidak aktif. Dengan matinya relay ASD maka tidak akan ada daya ke beberapa komponen berikut dalam arti komponen berikut tidak akan bekerja; a Injektor bahan bakar; b Koil pengapian; c Relay pompa bahan bakar dan tentu juga pompa bahan Tidak ada percikan bunga api dari semua busi. 3. Pompa bahan bakar tidak aktif selama starting PCM/ECU tidak dapat mengaktifkan injektor. Sebagai tambahan, terdapat dua gejala penting yang harus dicari ketika busi tidak memercikkan bunga api dan tidak ada sinyal dikonektor injector ditest dengan menggunakan lampu LED. Jika salah satu busi memercikkan bunga api, atau salah satu injector mengeluarkan sinyal, itu berarti sensor CKP tidak rusak. Alat yang Digunakan untuk Menguji Sensor CKP Terdapat beberapa alat yang diperlukan pada saat mesin mengalami gejala seperti hal di atas. – Multimeter digital atau analog;– Dongkrak;– Jackstand;– Rachet dan kunci shock sesuai kepala baut puli crankshaft. Langkah Memeriksa Sensor CKP Terdapat tiga langkah yang harus dilakukan dalam memeriksa sensor CKP sebuah mobil. 1. Langkah Pertama Untuk sahabat teknisi mobil ketahui bahwa sensor CKP tertelak di bagian belakang mesin di samping menghadap ke depan meski sahabat teknisi mobil akan temui pada lokasi yang berbeda untuk kendaraan lain keluaran Eropa atau USA. Sensor CKP terpasang di blok silinder mesin. Untuk melakukan pengetesan sensor CKP, silahkan dongkrak mobil dan pasang jackstand. Ini akan memudahkan Anda mengakses sensor untuk melepasnya atau mengetesnya. Setelah itu, lakukan pengetesan sensor CKP yakni test sinyal sensor CKP apakah baik atau tidak menggunakan multimeter. Berikut adalah langkah-langkah pengujiannya; 1 Pastikan mobil dalam kondisi aman untuk Anda masuk ke bawah mobil. Rem parkir dan ganjal roda belakang saat memasang Wajib! Lepaskan konektor pada coil pengapian. Jangan melanjutkan pengetesan jika belum melepas konektor semua coil Cari dan lepaskan konektor sensor CKP, kemudian keluarkan kabel yang berada di bawah cover plastik selongsong warna hitam atau solasi kabel hitam. Jika sulit, lepaskan sensor CKP terlebih dahulu dan setelah mengeluarkan kabel hitam, ilahkan pasang kembali sensor CKP pada kondisi semula. Sahabat teknisi mobil harus melakukan pengetesan saat sensor mendapatkan daya Set multimeter ke DC Volt, kemudian sobek sedikit atau tusuk kabel nomer 1 dengan jarum dan tempelkan probe merah ke kabel nomer Probe hitam kenakan ke body kendaraan sebagai ground. 6 Setelah itu putar poros engkol searah jarum jam, amati layar multimeter. Peringatan jangan sekali-kali menstarter mesin, hal ini meyebabkan hasil pengetesan tidak akurat7 Apabila sensor CKP bekerja dengan benar, multimeter akan menunjukkan tegangan sebesar 5 Volt saat ON, dan menghasilkan tegangan sebesar Volt saat OFF. Kunci utama untuk melihat perubahan tegangan adalah memutar puli poros engkol secara perlahan dan stabil. Apabila sahabat telah melakukan langkah ini sudah, silahkan ke langkah berikutnya. 2. Langkah Kedua Langkah kedua dilakukan dalam rangka melihat tegangan yang masuk sensor CKP. Warning Hati-hati dengan kabel yang akan diuji ini, jangan sampai menempel bodi mobil atau ground. Jika ini terjadi bisa mengakibatkan kerusakan ECU/PCM. Jangan juga gunakan test lamp tapi gunakan multimeter yang bagus. Berikut langkah-langkah pengetesan tegangan sensor CKP; 1 Set multimeter pada DC Volt. Selanjutnya hubungkan kabel nomer 3 paa probe warna merah. Jangan memeriksa tegangan kabel pada konektor sensor, tusuk kabel dengan jarum lebih Hubungkan probe hitam multimeter ke body mesin sebagai Putar kunci kontak ke posisi Jika semua rangkaian bagus, multimeter akan menunjukkan 5 – 8 Volt. Apabila tegangan tidak mencapai nilai tersebut, maka kemungkinan besar ada kesalahan pada rangkaian sistem sensor ini. 3. Langkah Ketiga Langkah terakhir pada saat menguji sensor CKP adalah memeriksa sambungan ground sensor, yakni sebagai berikut; 1. Kita harus menge-set multimeter tetap pada DC Volt dan hubungkan probe hitam pada multimeter ke kabel nomer Hubungkan probe merah pada multimeter ke terminal positif Putar kunci kontak ke posisi Jika rangkaian bagus, maka multimeter akan menunjukkan tegangan baterai sebasar 12 volt ke atas. Sahabat teknisi mobil tidak dapat membali langkah-langkah tersebut agar pekerjaan segera selesai. Jika sahabat teknisi mobil membalik langkah-langkah di atas maka ketika ternyata sensor yang rusak maka harus melakukan pekerjaan yang sia-sia karena melewati langkah tiga atau dua terlebih dahulu. Langkah pertama memberikan kita informasi bahwa sensor CKP rusak atau tidak. Jika sudah memastikan sensor rusak maka sangat mungkin harus mengganti sensor tanpa harus pikir panjang lagi. Untuk melengkapi pemahaman tentang langkah memeriksa sensor CKP dengan benar, video berikut dapat membantu sahabat teknisi mobil dalam memahaminya. – Sensor posisi crankshaft atau banyak yang menyebut sebagai sensor CKP, tugasnya mencatat seberapa cepat poros engkol crankshaft berputar. Informasi kecepatan ini kemudian digunakan oleh komputer internal mobil ECU untuk injeksi bahan bakar dan penyalaan yang tepat. Sebenarnya ada dua bagian pada sensor piringan yang berputar dan sensor yang tetap di tempatnya. Jenis sensor yang paling umum bekerja dari Hall Effect yang menggunakan magnet. Banyak gejala kerusakan sistem pada mobil mirip dengan masalah yang akan dialami oleh bagian lain ketika sensor CKP mengalami masalah. Sehingga sering kali diperlukan beberapa kali upaya untuk mengungkap apakah itu adalah sensor yang menjadi masalah. Oleh karena itu kami mencoba mendaftar tanda sensor CKP rusak dan kami memperoleh 7 tanda utama di antaranya. Update Artikel Terakhir 06 Desember 2022 – 1640. Baca juga Mobil Listrik Sangat Baik untuk Kelestarian Alam Letak sensor CKP pada salah satu jenis mobil BMW. Sumber e30 Baca Juga 3 Langkah Periksa Sensor CKP Pertama – “Check Engine Lamp” Menyala. Lampu indikator “check engine lamp” menyala dapat membuat frustasi hampir setiap pemilik mobil. Ini karena menyalanya lampu indikator tersebut jelas menandakan banyak alasan yang berbeda. Mekanik atau bahkan Anda akan perlu menghubungkan ke komputer internal mobil Anda untuk menentukan bahwa penyebab lampu indikator “engine lamp” tersebut menyala. Salah satunya adalah kemungkinan akibat sensor CKP rusak. Terdapat kemungkinan lampu indikator tersebut akan padam saat mobil sedang berjalan, tetapi akan menyala lagi saat mobil berhenti. Hal ini terjadi karena pada saat temperatur tinggi sensor CKP tidak dapat bekerja sedangkan saat temperatur kendaraan dingin sensor CKP akan berfungsi kembali. Kedua – Cylinder Misfiring Untuk menimbulkan masalah mesin, hanya dibutuhkan satu silinder yang misfiring. Misfiring sering sekali terjadi karena masalah busi. Tetapi jika sensor CKP rusak maka ECU tidak mendapatkan informasi yang benar tentang posisi piston. Biasanya orang tidak akan memeriksa sensor langsung. Tetapi jika Anda telah memperbaiki semua bagian lain yang berkaitan dan masalah muncul masalah yang sama maka periksalah sensor CKP. Oleh karena itu, Anda seharusnya memasukkan pemeriksaan sensor CKP apakah baik atau rusak dalam daftar pemeriksaan jika terjadi cylinder misfiring. Ketiga – Akselerasi Tersendat Ini juga mirip dengan cylinder misfiring. Jika terdapat sendatan-sendatan saat melakukan akselerasi, maka ini menandakan ECU tidak memperoleh informasi yang benar mengenai posisi silinder saat mobil sedang berjalan. Ada jeda antara ECU yang menerima data dari sensor CKP dan perintah hendak dilakukan oleh ECU. Sehingga mobil membutuhkan waktu lebih untuk dapat berakselerasi. Oleh karena itu, silahkan Anda segera mengecek kondisi sensor CKP pada bengkel yang berpengalaman untuk pemeriksaan lebih lanjut dan ganti sensor tersebut jika diperlukan. Ketujuh tanda bahwa sensor CKP rusak atau sekedar gagal berfungsi adalah tanda yang paling umum terjadi pada setiap jenis mobil. Keempat – Sulit sekali Start Mobil Ini adalah gejala paling serius yang bisa terjadi akibat kerusakan pada sensor CKP. Ketika sensor benar-benar gagal bekerja maka ECU akan mendapatkan kode kerusakan. Jika mobil terus mengalami kesulitan start dan Anda tidak memperbaikinya, maka suatu hari mobil tidak akan dapat di-start sama sekali. Sebenarnya banyak sekali yang terlibat untuk masalah mobil tidak bisa start. Kerusakan pada motor starter dan pengapian adalah yang paling mungkin sehingga busi dan injektor tidak dapat bekerja. Tetapi, selain keduanya, sensor CKP yang dalam kondisi rusak fatal juga dapat mengakibatkan mobil tidak dapat start sama sekali. Baca Juga Cara Cek Sensor CKP dengan AVO Meter Kelima – Getaran Mesin tidak Normal Setelah sensor CKP gagal bekerja dengan baik maka posisi poros engkol tidak terpantau. Kondisi ini memungkinkan mesin akan bergertar tidak normal dan cenderung lebih kasar dari biasanya. Dampaknya adalah daya kekuatan mesin tidak lagi optimal dan dapat mempengaruhi efesiensi bahan bakar pada mobil juga. Keenam – Backfiring dan Stalling Mobil Anda mungkin sering mengalami mogok atau tiba-tiba mati. Kondisi ini dapat terjadi beberapa detik setelah starting mobil berlangsung dengan baik. Selain itu, kerusakan sensor CKP juga akan membuat mesin mengalami backfiring. Terlebih lagi apabila backfiring terjadi lebih dari sekali dan bahkan sering kali maka dapat dipastikan kerusakan pada sensor CKP terjadi. Ketujuh – Fungsi Mobil Tidak Beraturan Pada dasarnya Anda akan melihat bahwa kerja mesin mulai menjadi tidak teratur, seperti terjadinya fluktuasi kecepatan, percepatan tidak teratur, fluktuasi saat idle, dan masih banyak lagi. Jika Anda mulai memperhatikan banyak kejanggalan saat mesin bekerja dan tidak teratur maka sensor CKP mobil Anda wajib untuk diperiksakan. Lebih jelasnya dapat Anda lihat pada video berikut ini Tidak banyak yang mengetahui cara memeriksa sensor CKP bahkan mungkin mekanik sekalipun. Tetapi, meskipun sudah banyak yang mengerti tetapi mengetahui cara memeriksa kerusakan sensor CKP tetaplah penting bagi Anda. Setidaknya Anda dapat memastikan bahwa kerusakan kemungkinan besar berasal dari sana dan Anda dapat meminta bengkel mekanik untuk menggantinya tanpa keraguan. Barangkali masih banyak tanda-tanda ketika sensor CKP mengalami rusak atau bahkan baru mulai gagal berfungsi. Kami saat ini hanya dapat menyajikan 7 tanda tersebut. Jika Anda memiliki pengetahuan tentang masalah sensor CKP, Anda dapat menuliskan pada kolom komentar di bawah sebagai bahan diskusi. Fungsi, Cara Kerja, dan Jenis Sensor CKP Rasanya tidak lengkap jika kita hanya membahas tentang sensor CKP rusak sekaligus ciri-cirinya. Oleh karena itu, perlu rasanya kita membahas lebih jauh tentang fungsi, cara kerja, dan juga jenis sensor CKP crankshaft position sensor. Selain dari artikel ini, sahabat teknisi mobil pernah mendengar tentang sensor CKP Crankshaft Position sebelumnya? Realitanya, masih cukup banyak yang belum tahu tentang komponen ini. Keberadaannya memang hanya ada di mobil dengan sistem injeksi saja. Pasa sistem karburator, komponen ini sejauh yang saya tahu tidak ada. Lalu, sebenarnya apa fungsi CKP? Bagaimana cara kerjanya? Temukan jawabannya di bawah ini. Fungsi Sensor CKP Pada bagian ini kita akan membahas sensor yang keberadaannya sangat penting untuk sistem injeksi mobil. Fungsi sensor CKP adalah memberikan informasi ke bagian ECU mengenai kecepatan putaran mesin serta timing dari pengapian. Baca juga ECU vs ECM vs PCM Bagaimana Hasilnya? Sensor CKP bisa mendeteksi putaran mesin dan posisi top piston supaya koil serta injektor yang ada di dalam sistem mesin bisa bekerja pada waktu tepat. Ya, CKP termasuk sebagai tipe sensor putaran yang menggunakan dua metode dalam pendeteksian. Metode pertama adalah sensor ini memiliki konstruksi 4 gerigi yang presisi dalam distributor. Tetapi ada beberapa yang berbeda, bergantung dari teknologi pada mobil masing-masing. Ketika gigi tersebut bisa melewati pick up coil di bagian distributor, maka terjadi lonjakan tegangan yang akan dikirimkan ke ECU. Jadi data tersebut bisa memberitahukan posisi crankshaft setiap seperempat putaran. Untuk metode kedua menggunakan ring gear motor starter dengan salah satu giginya dihilangkan. Cara Kerja Sensor CKP Setelah mengetahui fungsi sensor CKP, sekarang saatnya membahas cara kerjanya. Sebenarnya cara kerja CKP sama dengan sensor putaran. Terdiri dari dua tipe, yaitu sensor putaran tipe induksi dan hall effect, prinsipnya pun sama. Namun ada perbedaan dari sisi konstruksi yang tergantung desain dan kebutuhan mobil. Jenis Sensor CKP Dalam dunia otomotif, baik itu motor atau mobil, ada dua jenis sensor CKP, yakni sensor CKP tipe induksi dan sensor CKP tipe Hall effect. Mari kita bahas bersama-sama kedua jenis sensor CKP tersebut. Sensor CKP Tipe Induksi Sensor putaran ini bekerja dan menghasilkan tegangan listrik AC yang merupakan efek induksi magnet dari gulungan coil dalam sensor. Ketika gigi wheel mendekati kutub sensor, maka medan magnetnya yang ada di sekitar gulungan coil akan berubah. Akibat dari perubahan ini, maka gulungan coil menghasilkan tegangan induksi. Besarnya tegangan tergantung kekuatan dan kecepatan perubahan medan magnet. Ketahanan dari gulungan sensor tersebut antara 500 – 1500 ohm. Semuanya tergantung dari aplikasi sensor. Namun bisa juga mencapai angka 200 ohm atau meninggi hingga 2500 ohm. Sebenarnya tegangan listrik hasil dari sensor berdasarkan kecepatan putaran trigger wheel serta jumlah gulungan coil. Tegangan hasil dari sensor ini sebenarnya sangat lemah. Bahkan bisa dengan mudah mendapatkan gangguan dari sinyal tegangan lebih tinggi seperti dari sistem pengapian. Gangguan ini bisa dicegah dengan melapisi kabel sensor yang menuju control unit dengan cable shield. Sensor Putaran Tipe Hall Effect Ada perbedaan yang signifikan dari sensor tipe Hall Effect. Hasil dari sensor CKP tipe hall effect sangat jauh berbeda jika kita bandingkan dengan sensor CKP tipe induksi karena tidak terpengaruh perubahan medan magnet. Tegangannya pun bisa lebih tinggi karena bantuan komponen elektronik yang yang ada di dalam sensor housing. Tegangan hasil dari sensor ini dapat mencapai 5 volt. Namun pada beberapa sistem mobil lainnya, bisa mencapai tegangan hingga 12 volt. Tentunya ini semua karena suplai tegangan eksternal untuk komponen elektronik. Dengan penjelasan fungsi sensor CKP dan cara kerjanya di atas, sahabat teknisi mobil dapat mengetahui informasi terkait komponen ini. Kita dapat melihat betapa pentingnya kinerja sensor CKP dalam sistem kerja mobil injeksi. Inilah mengapa sahabat teknisi mobil harus selalu menjaga kondisinya tetap prima dengan melakukan perawatan berkala.

cara cek sensor ckp avanza